Jumat, 04 Mei 2012

DI GROW adalah Pupuk Organik Cair kualitas tinggi terbuat dari Rumput Laut Acadian Seaweed dari jenis Ascophylum nodosum (sejenis alga coklat) yang diambil dari Lautan Atlantik Utara, diproses dengan Nano Technology (USA Formula Technology), mengandung unsur hara lengkap baik makro dan mikro, asam amino, Zat Perangsang Tumbuh (Auksin, Sitokinin, Giberellin), Asam Humik dan Asam Alginat.
D.I.Grow sudah diuji coba bertahun-tahun di R&D centre Lembah Senai – Johor Malaysia, cocok untuk semua jenis tanaman, peternakan, perikanan dan sudah digunakan di 40 negara.( Sekarang sudah 71 negara )
LEGALITAS
Pupuk D.I.Grow telah terdaftar di Pusat Perizinan dan Investasi Departemen Pertanian Republik Indonesia dengan nomor pendaftaran :
  • D.I. GROW Green : L 090/ORGANIK/PPI/III/2007
  • Izin Kementrian Pertanian RI No: 02.02.2012.085
  • D.I. GROW Red     : L 089/ORGANIK/PPI/III/2007
  •  Izin Kementrian Pertanian RI No: 02.02.2012.086
KOMPOSISI
Komposisi
FUNGSI D.I. GROW
  1. Sebagai Pupuk Pelengkap
    Walaupun D.I. GROW  mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap tetapi jumlahnya sangat kecil, sehingga masih membutuhkan pupuk dasar yang diberikan lewat tanah, hanya dosis pupuk dasarnya  dikurangi 30% dari dosis anjuran.
  2. Sebagai Zat Perangsang Tumbuh,
    yaitu mempercepat pertumbuhan vegetatif tanaman, merangsang pembungaan/pembuahan dan mencegah bunga dan buah tidak mudah rontok.
  3. Sebagai Bahan Pembenah Tanah (Soil Conditioner) yaitu perbaikan sifat fisik tanah agar tanah menjadi gembur kembali secara bertahap.
Fungsi utama D.I. GROW adalah sebagai pupuk pelengkap, bukan sebagai obat pembasmi/pestisida, namun pemberian D.I. GROW membuat tanaman lebih sehat. D.I. Grow  hanya bersifat mengurangi serangan hama dan penyakit dan tidak menghilangkannya sama sekali.

KEUNGGULAN PUPUK D.I. GROW
  1. Diproduksi oleh pabrik sendiri, berskala INTERNATIONAL (Malaysia).
  2. Alami, organik, tidak beracun  dan ramah lingkungan.
  3. Memilki R & D centre (Pusat Penelitian) sendiri di Lembah Senai, Johor, Malaysia.
  4. Sudah LULUS Uji Mutu dan Uji Efektifitas, sesuai ketentuan Departemen Pertanian RI.
  5. Kandungan nutrisinya lengkap dan seimbang.
  6. Mengandung  Zat Perangsang Tumbuh (ZPT)  alami.
  7. Berbentuk ion, sehingga mudah dan cepat diserap oleh mulut daun (stomata).
  8. Praktis dan Ekonomis dalam tanaman.
  9. Cocok untuk semua jenis tanaman, juga untuk peternakan &perikanan.
  10. Jaminan Kualitas dan  harga  terjangkau.

PERANAN PUPUK D.I. GROW TERHADAP TANAH DAN TANAMAN
Di bawah ini kita bisa lihat gambar “Rantai Makanan” yang menggambarkan proses terbentuknya TANAH yang SEHAT, dimana matahari adalah sumber energi utama. Energi tersebut tidak bisa langsung diserap oleh manusia, disinilah peran tanaman untuk menyerap energi tersebut di dalam proses fotosintesa. Selanjutnya setelah tanaman itu mati akan menjadi bahan-bahan anorganik yang menjadi bahan makanan mikroba tanah, demikian seterusnya rantai ini berlanjut. Dan jika salah satu mata rantai ini tidak ada, maka sudah bisa dipastikan bahwa tanah tidak akan sehat. Jadi dimana peranan D.I. GROW dalam rantai ini ??
Rantai makanan
Dari rantai makanan diatas, D.I. GROW berperanan sebagai Bahan Anorganik (Humik Acid dan Seaweed). Timbul satu pertanyaan “Apakah Tanah di Indonesia Sehat ??  Ternyata tanah-tanah di Indonesia sebagian besar “SAKIT”.  Penyebabnya sebagian besar tanah Indonesia kadar C-Anorganiknya rendah, miskin unsur hara, pH tanah asam, keanekaragaman biota tanah rendah. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa tanah Indonesia sebagian besar SAKIT, dan ini semua terjadi karena beberapa hal sebagai berikut :
  • Eksploitasi tanah (Input <<< Output)
    • Semua hasil panen diangkut
    • Yang kembali ke lahan hanya pupuk anorganik, sebagaian kecil pupuk organik.
  • Intensifikasi
    • Tanah tidak sempat beristirahat
    • Pola tanam sepanjang tahun
  • Pemupukan tidak berimbang
    • Hanya terfokus pada pemberian pupuk N, P, K saja.
  • Penggunaan pestisida/ bahan kimia berlebihan
  • Kendala tersedianya pupuk kandang (anorganik)
TANAMAN adalah “Mahluk hidup” yang berfungsi sebagai “Pabrik Biologis” yang memerlukan “Makanan” atau “Nutrisi” atau “Bahan Baku” atau sering disebut “Unsur Hara Esensial”. Unsur hara esensial terbagi dua yaitu unsur hara makro (dibutuhkan dalam jumlah yang besar) dan unsur hara mikro (dibutuhkan dalam jumlah yang kecil), dimana unsur hara esensial ini mutlak dibutuhkan oleh tanaman untuk hasil yang optimal.
PUPUK adalah sumber makanan tanaman, nutrisi, hara atau bahan baku. Yang dimaksud dengan MEMUPUK adalah memberi makan tanaman atau menyediakan bahan baku yang diperlukan tanaman dalam jumlah dan komposisi yang proporsional sesuai dengan kebutuhan tanaman pada waktu yang tepat.
Berdasarkan defenisi memupuk tersebut diatas, bisa kita simpulkan bahwa dalam meberikan bahan baku ke tanaman kita harus memperhatikan jumlah dan komposisi bahan baku yang proporsional. Dan saat pemberiannya juga harus diperhatikan WAKTU yang tepat sesuai kebutuhan tanaman pada fase yang benar (vegetatif atau generatif). Apabila proses memupuk ini tidak sesuai dengan defenisi tersebut, maka hasil yang diperoleh juga tidak OPTIMAL.
Sebenarnya bagaimana mekanisme kerja pupuk D.I. GROW dalam tanaman??
Mekanisme kerja D.I.Grow
Pada awal interaksi D.I. GROW terhadap sel tanaman, hormon Auksin dan unsur hara N yang terkandung dalam larutan D.I. GROW, terserap dan bereaksi lebih awal. Auksin dan N bereaksi terhadap peningkatan permeabilitas dinding sel. Kondisi ini memungkinkan bagi larutan D.I. GROW yang diaplikasikan terserap sebanyak mungkin. Unsur hara Mg, Fe dan Cu pada D.I. GROW yang terserap oleh daun tanaman, mempercepat dan memperbanyak terbentuknya klorofil.  Peningkatan jumlah klorofil yang relative cepat sebagai unit-unit produksi tanaman, meningkatkan kemampuan pembentukan fotosintesan dengan cepat.
Fotosintesan yang berbentuk karbohidrat bersama hormon Auksin, ditranslokasikan kesebagian akar dengan cepat. Kehadiran hormone Sitokinin yang ditambahkan secara eksogen, akan melancarkan proses translokasi bahan-bahan tersebut sampai ke akar. Fotosintesan dan Auksin merangsang akar tanaman membentuk Sitokinin dan Giberelin yang sebagian digunakan dalam mekanisme pembentukan akar baru dan bulu akar.
Auksin selain meningkatkan permeabilitas dinsing sel juga meningkatkan turgor sel, sehingga translokasi larutan dari akar ke tanaman dipercepat. Bersamaan dengan translokasi larutan air tanah dari akar, giberellin dan sitokinin yang terbentuk pada akar, diangkut kebagian tajuk.
Sitokinin dan Giberellin secara simultan bekerja memacu pertumbuhan tunas-tunas baik yang akan membentuk tunas daun maupun kuncup bunga. Tambahan sitokinin dan giberellin, meningkatkan kualitas sitokinin dan giberellin endogen yang mampu memacu mata tunas normal maupun dorman (tidur) untuk tumbuh dengan cepat.
Peningkatan kecepatan proses pertumbuhan ini membutuhkan ketersediaan unsur hara yang relative cepat, terutama saat periode kritis pada tanaman. D.I. GROW dengan komposisi yang sangat pas bagi tanaman, dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
MANFAAT PENGGUNAAN D.I. GROW
Kandungan unsur hara yang lengkap, hormone, dan humic acid dalam D.I. GROW dengan kemampuan mekanisme kerja secara bersama dan simultan, menghadirkan potensi manfaat yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan produktivitas tanaman budidaya. Manfaat tersebut antara lain :
  • Merangsang Pembentukan Akar dan Meningkatkan Efisiensi Pupuk Dasar
Proses lanjutan dari aplikasi D.I. GROW dalam tubuh tanaman antara lain meningkatkan pertumbuhan akar.  Peningkatan proses ini diikuti dengan proses pembentukan Giberellin dan Sitokinin pada akar.  Konsentrasi Giberellin dan Sitokinin di akar meningkat, sebagian keluar kepermukaan akar bersamaan dengan proses eksudat akar.
Hormon tersebut ditambah dengan fotosintesan yang terkumpul pada akar sebagai bahan pembentuk akar juga dimanfaatkan oleh mikroba tanah yang ada disekitar akar-akar muda. Kegiatan metabolisme mikroba tanah memungkinkan peningkatan ketersediaan hara yang diserap akar, terutama untuk hara N dan P. Gabungan mekanisme pengembangan akar dan kegiatan metabolisme mikroba tanah meningkatkan jumlah hara yang diserap tanaman persatuan waktu. Dengan demikian efisiensi penggunaan pupuk dasar dapat ditingkatkan.
  • Memperbesar Ukuran Daun dan Memperpanjang Umur Produktif Daun
Auksin dan Sitokinin yang ditambahkan melalui aplikasi D.I. Grow, mampu meningkatkan daya kerja sitokinin endogen terutama  pada proses pembelahan sel. Sel-sel daun tanaman membelah lebih cepat, sehingga pada satuan waktu sel yang terbentuk lebih banyak.
Demikian pula dengan Giberellin, jumlah Giberellin endogen dengan adanya rangsangan pertumbuhan akar, jumlahnya akan meningkat. Peningkatan konsentrasi Giberellin ini dipercepat dengan tambahan Giberellin dari aplikasi D.I. Grow, sehingga memungkinkan mendorong proses pembesaran sel-sel daun yang terbentuk tadi. Proses ini sangat nyata pada daun tanaman yang menggunakan D.I. Grow, lebar dan luas daun meningkat hamper 3 (tiga) kali lipat.
Peningkatan konsentrasi Sitokinin pada daun diatas konsentrasi normal, akan menekan pembentukan hormone obsitat.  Pembentukan hormone obsitat menjadi lambat sehingga daun tidak cepat menua.  Kondisi ini memungkinkan bagi daun untuk memperpanjang umur produktifnya.  Efek ini sangat jelas terlihat pada tanaman kedelai dan kentang yang dilakukan aplikasi D.I. Grow. Kedua tanaman ini pada kondisi normal, mendekati masa kematangan (menjelang saat panen), daunnya akan terlihat cepat menguning dan rontok. Pada tanaman yang menggunakan D.I. Grow sampai melewati umur panen daun masih tampak hijau segar.
  • Meningkatkan Penimbunan Hasil Fotosintesa dalam Bentuk Buah/Umbi
Proses lanjutan dari aksi simultan D.I. Grow tidak terhenti pada penyediaan titik-titik produksi pada daun, proses ini berlanjut sampai pada pembentukan jaringan penyimpanan cadangan makanan. Peningkatan produksi fotosintesan yang pesat akan merubah C/N rasio menjadi relative besar. Kondisi ini mendorong tanaman beralih fase, dari fase vegetatif ke fase generatif. Pada fase generatif tanaman memacu pembentukan jaringan penyimpanan. Ada yang berbentuk buah, umbi, akar, umbi batang, daun yang termodifikasi, dan lain-lain.
Penambahan konsentrasi hormone sitokinin dan giberellin akan meningkatkan kapasitas pembentukan jaringan penyimpanan. Sel-sel jaringan penyimpanan akan terbentuk lebih banyak dan lebih besar. Kondisi ini sangat memungkinkan untuk menampung hasil-hasil fotosintesa yang meningkat pesat.
Aksi ini akan terlihat jelas pada ukuran umbi kentang yang meningkat sampai 30%. Pada tanaman padi peningkatan penyimpanan tidak diperlihatkan pada ukuran bulir padi, tetapi terlihat pada kepadatan isi, berat bulir rata-rata meningkat 20%.
  • Merangsang Pembentukan Bunga
Naiknya C/N rasio yang mengantar tanaman memasuki masa primordial bunga, mempercepat masa pendewasaan tanaman. Pada fase ini, penambahan Giberellin secara eksogen akan memacu tanaman membentuk bunga. Efek Giberellin eksogen ini seringkali dapat mematahkan dormansi penggunaan karena suhu maupun lama penyinaran.
Tanaman serealia dan sebagian besar tanaman buah tahunan bereaksi nyata terhadap aplikasi D.I. Grow.  Pada tanaman padi rata-rata masa keluar malai menjadi maju ± 10 hari. Pohon mangga dan jeruk dapat lebih cepat berbunga antara 20-30 harian.
  • Menurunkan Tingkat Kerontokan Bunga/Buah
Aksi Giberellin dan Auksin yang ditambahkan secara eksogen, menekan produksi hormone obsitat. Dengan demikian proses absisi (pelepasan bagian-bagian tanaman) dihambat. Pada bunga dan buah hamper-hampir tidak terjadi produksi auksin. Kondisi ini akan memacu pembentukan lapisan gabus yang tumbuh membatasi antara tangkai bunga/buah dengan batang/ranting tetap hidup tidak mati menjadi jaringan gabus.
  • Memperpanjang Umur Produktif Tanaman
Mekanisme D.I. Grow secara keseluruhan dapat meningkatkan kualitas tanaman secara sistematis. Aksi dimulai dari pengembangan akar yang ekstensif sehingga mampu menunjang kebutuhan suplai air dan hara bagi proses pertumbuhan tanaman secara menyeluruh. Dibagian tajuk, dengan pemberian stater melalui aplikasi D.I. Grow yang menjamin ketersediaan tambahan hormone tumbuh dan unsure hara mikro mampu memperbanyak jaringan-jaringan pusat produksi, yang pada akhirnya dapat mensuplai kebutuhan karbohidrat dasar untuk seluruh bagian tanaman.
Kondisi ini sangat memungkinkan bagi tanaman untuk mempertahankan stamina setiap saat. Efek yang nyata proses ini terlihat pada tanaman kacang panjang dan cabai merah yang menggunakan D.I. Grow. Kacang Panjang dapat meningkatkan frekuensi petik/panen sampai 70%, sedangkan pada tanaman cabai merah, usia produksinya dapat diperpanjang sampai 30 hari.
  • Meningkatkan Daya Tahan terhadap Serangan Hama/Penyakit
Pemberian nutrisi yang lengkap (makro dan mikro) pada tanaman, akan memberikan stamina yang prima pada tanaman, sehingga tanaman lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Sehingga pengunaan pestisida dapat ditekan.